Sejarah Desa

  • Sejarah Berdirinya Desa Pondok Kelapa

Desa Pondok Kelapa terletak di jalur lintas bengkulu menuju propinsi sumatera barat, dengan jarak tempuh ke pusat kecamatan hanya lima belas menit ditempuh dengan kendaraan bermotor, dipusat kecamatan terletak puskesmas, pos polisi, koramil, perbankkan, kantor pos, pusat pemerintahan tingkat kecamatan dan jarak tempuh ke provinsi ± sekitar 30 menit dengan jarak ± 22 kilo meter dari Desa Pondok Kelapa. Maka, takkan heran jika Desa ini merupakan desa penyangga kota.

Desa pondok kelapa bermula merupakan wilayah kerajaan sungai lemau (balai buntar) yang meliputi sungai hitam hingga pondok kelapa.

Asal mula nama desa pondok kelapa memiliki sejarah  tersendiri, yakni berasal dari sebuah hikayat yang ceritanya sebagai berikut :

  • Di simpang PT. BIO dahulunya, hasil hutan seperti kayu bakar, pancang pagar, atap daun rumbia, batu bata, dari desa menuju tempat penjualan yakni pasar yang jaraknya ±22 kilo dari desa, bahkan sebaliknya mereka juga membawa segala macam kebutuhan pokok yang dibutuhkan warga yang dibeli di pasar (BENGKULU) selain dari pada itu di sekitar simpang PT. BIO pada zaman dulu terkenal juga dengan nama Ulu Danau dan menjadi semacam persimpangan yang menemukan antara Desa yang menghasilkan berbagai jenis hasil hutan menggonakan gerobak/pedati yang ditarik oleh sapi/kerbau dari segala penjuru baik dari pondok kelapa, kerkap, lais, bahkan dari daerah ketahun. Dan tempat ini merupakan wilayah persinggahan para pedagang guna istirahat melepas lelah dan makan sebelum mereka melanjutkan perjalanan, kendaraan ini masih digunakan hingga tahun 1985.
  • Nama desa sebelum Pondok Kelapa adalah Sungai Lemau yang letak pusat pemerintahannya ada di Desa Pondok Kelapa I.
  • Pada Tahun 1950 Sungai Lemau berubah menjadi Pondok Kelapa.
  • Pada tahun 1950 berdiri Kecamatan Pondok Kelapa.
  • Pertama terbentuk, wilayah Desa Pondok Kelapa meliputi Ulu Danau, Tanjung Sakti, Pondok Kelapa 1, Pondok Kelapa 2 dan Pall 8.
  • Sejarah Perkembangan Desa
    TAHUN KEJADIAN YANG BAIK KEJADIAN YANG BURUK
    1940 Awal mula Desa Pondok Kelapa ada mempunyai pemimpin sendiri Warga desa masih sangat terbatas dan masih merupakan kerabat dekat /masih keluarga besar satu rumpun keluarga.
    1941-1942 Sudah terbentuk system pemerintahan yang mulai berjalan seadanya Sekitar tahun inijuga terjadi perang melawan pasukan belanda dan belanda banyak yang tewas karna dilawan oleh masyarakat yang tidak mau di jajah oleh Belanda . sehingga Belanda melakukan serangan balik dan warga banyak yang lari sehingga belanda membumi hanguskan rumah-rumah penduduk hanya ada sekitar empat buah rumah penduduk yang tersisa, dan penduduk banyak yang mengungsi  kedaerah sungai kotong sebagai basis pengungsian dan sebagai basis pertahanan.
    1943 Selama tahun ini ( 1943 ) para pengungsi bertahan hidup dengan bahan makanan yang sangat terbatas, sehingga banyak yang mati kelaparan, sakit dan mabuk akibat mencoba memakan gadung di karenakan perbekalan atau bahan makanan sulit didapat
    1944 Pasukan Belanda telah pergi dari wilayah ini,dan para pengungsi berangsur-angsur kembali kedesa Masyarakat kembali menata tempat bermukim dibekas tempat tinggal mereka yang telah di bumi hanguskan oleh Belanda
    1945 Kemerdekaan telah di rasakan oleh masyarakat
    1965 Pada masa ini sistem Pemerintahan mulai di atur kembali Kondisi keamanan kembali terganggu karna adanya pemberontakan PRRI yang menimbulkan adanya tentara hitam dan masa ini Pemerintahan desa kembali kurang tertata akibat masa-masa perang
    1976 Pada masa ini Daerah Pondok Kelapa menjadi minat para warga dari luar daerah untuk datang dan menetap di Pondok Kelapa Banyak pendatang baru yang ingin menetap di Desa Pondok Kelapa dan mohon izin dengan Depati agar diberi lahan perkebunan untuk di garap, ada yang datang dari Daewrah Jawa, Padang, Rejang, Selatan dll
    1984 Lahirnya transmigrasi swakarsa
    1985 Adanya Kunjungan Mentri Tenaga Kerja RI yaitu   SUDOMO
    1986 Adanya Kunjungan Ketua AMPI Pusat yaitu AGUNG LAKSONO
    1986 Pembangunan Kantor Pos
    1986 Adanya kunjungan wakil Jaksa Agung  RI
    1986 Adanya Kunjungan Mentri Transmigrasi  RI  yaitu   MARTONO
    1991 Penunjukan Pelaksana Jabatan Sementara Kades Pondok Kelapa yaitu Z. ARIFIN
    1993 Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan dengan cara Demokrasi dan terpilih  MUSTIKA sebagai kepala Desa Pondok Kelapa
    1995 Pada masa pemerintahan Bapak MUSTIKA dilakukan penataan penduduk dan kelembagaanya dan penataan pertanahan serta perkembangan desa secara pesat.
    1996 Menjadi Juara II Posyandu Tingkat provinsi Bengkulu
    1998 Adanya pembuatan sertifikat tanah secara swadaya murni oleh masyarakat
    2000 Terjadi Gempa Bumi 7,3 SR yang meluluh lantakan rumah-rumah penduduk, sehingga banyak rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah bahkan  roboh
    2002 Pemilihan Kepala Desa Pondok Kelapa secara Demokrasi dan terpilih  IMAM JAYA NEGARA Sebagai kepala  Desa Pondok Kelapa
    2007 Terjadi Musibah Gempa Bumi kembali yang cukup dahsyat dan meluluh lantakkan rumah-rumah penduduk dan disertai dengan isu akan terjadinya Sunami sehingga membuat resah para penduduk dan banyak warga yang mengungsi kedaerah yang lebih tinggi, kejadian tersebut bertepatan awal bulan Ramadan yang terjadi pada sore hari.
    2007 Setelah terjadi musibah Gempa bumi banyak bantuan berdatangan dari berbagai pihak baik dari swasta maupun pemerintah dan bantuan tersebut beraneka ragam mulai dari tenda, selimut, makanan dan pemerintah member kompensasi yang bervariasi bagi warga yang rumah tinggalnya roboh, rusak berat dan rusak ringan.
    2007 Pemerintah mulai membangun infrastruktur yang rusak akibat gempa
    2008 Pemilihan Kepala desa yang dilakukan dengan demokrasi dan terpilih  MARDIANA Sebagai kepala Desa Pondok Kelapa
    2009 Mendapat bantuan gedung SD dari PNPM- Mpd
    2011 –    Mendapat bantuan Gedung MDA dari PNPM- Mpd

    –    Bantuan MCK dari Dinas PU Kab Bengkulu Tengah

    2013 Mendapat bantuan jalan telford dari PNPM – Mpd di Dusun Pal VIII
    2013 Mendapat pembangunan Kantor Desa dari pemerintah Bengkulu Tengah
    2011-2014 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan mendirikan Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ), Pasar ikan, Gudang Nelayan, Pelabuhan Nelayan dan pertamina khusus Nelayan.
    2015 Pembangunan Jalan Rabat Beton Dusun Pondok Kelapa II, Dusun Tanjung Sakti Dan Dusun Simpang Bliben yang bersumber dari Dana Desa
    2015 Pemilihan Kepala Desa Periode Tahun 2016 – 2021
    Terpilihnya Saudara. WISTA. AR. Sebagai Kepala Desa pondok Kelapa Periode 2016 -2021
    2016 –      Mendapat Bantuan Kursi Plastik dan Meja dari PT. Bio Nusantara Teknologi
    Terjadi bannir di dusun pallapan yang menggenangi 3 unit rumah warga
    –      Pembangunan Jalan Rabat beton di Dusun Simpang bliben 2 titik, Tanjung Sakti 1 titi, Pembangunan siring drainase/pembuangan limbah rumah tangga di dusun pd kelapa 1 dan pondok kelapa 2
    –      Penjaringan perangkat desa pondok kelapa
    Terjadi musibah kebakaran 1 unit rumah dan ruko milik Saut simarmata di dusun tanjung sakti pd kelapa
    –      Pemilihan Pelksana Tugas Kadun Pallapan
    –      Pelantikan perangkat desa pondok kelapa (SK Terlampir)
    2017 –      Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Pondok Kelapa mengingat telah meninggal Dunia Kepala Desa An. WISTA AR pada tanggal 25 Februari 2017
    –      Terpilihnya Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Pondok Kelapa Saudara ALAMSYAH Periode 2017-2021
    2018 –      Pembangunan Jalan Rabat Beton, Gang Rozi, Gang Martoni, Gang Sahru, Gang Buyung Beng

    –      Pembangunan Balai POSYANDU Di Dusun Pondok Kelapa 1,

    –      Pembangunan Pagar Paud Dusn Pondok Kelapa 2,

    –      Pembuatan Jalan Telford Gang Damri Dan Gang Plamboyan.

    –      Pembangunan Drainase/Siring Lingkungan Dusun Tanjung Sakti, Pondok Kelapa 2

    –      Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu dan Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu.

     

    Penduduk desa pondok kelapa berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda, dimana mayoritas penduduknya yang paling dominan penduduk asli (BENGKULU) selain dari itu ada juga pendatang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, Bali, Sumatera Selatan, Medan, Aceh, Bengkulu Selatan, dan Suku Rejang. Sehingga tradisi-tradisi musyawarah untuk mufakat, gotong royong dan kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adaanya desa pondok kelapa dan hal tersebut secara efektif dapat menghindarkan adanya benturan-benturan antar kelompok di masyarakat.